Minggu, 11 September 2011

IKTERUS


Pengertian
      Ikterus adalah gambaran klinis berupa pewarnaan kuning pada kulit dan mukosa karena adanya deposisi produk akhir katabolisme heme yaitu bilirubin.
      Ikterus adalah menguningnya sklera, kulit atau jaringan lain akibat penimbunan bilirubin dalam darah yang lebih dari 5 mg/dl dalam 24 jam, yang menandakan terjadinya gangguan fungsional hepar, system biliary, atau system hematologi.
            Ikterus berarti gejala kuning karena penumpukan bilirubin dalam aliran darah yang menyebabkan pigmentasi kuning pada plasma darah yang menimbulkan perubahan warna pada jaringan yang memperoleh banyak aliran darah tersebut. Jaringan permukaan yang kaya elastin seperti sklera dan permukaan bawah lidah biasanya pertama kali menjadi kuning.Ikterus biasanya baru dapat dilihat kalau kadar bilirubin serum mencapai 2 - 3 mg/dl. Kadar bilirubin serum normal 0,3 – 1 mg/dl.
            Ikterus neonatorum merupakan fenomena biologis yang timbul akibat tingginya produksi dan rendahnya ekskresi bilirubin selama masa transisi pada neonatus. Pada  neonatus produksi bilirubin 2 sampai 3 kali lebih tinggi dibanding orang dewasa normal. Hal ini dapat terjadi karena jumlah eritosit pada neonatus lebih banyak dan usianya lebih pendek. Secara klinis, ikterus pada neonatus akan tampak bila konsentrasi bilirubin serum lebih 5 mg/dL.
2.2  Ikterus Fisiologik
            Ikterus yang timbul pada hari kedua dan ketiga yang tidak mempunyai dasar patologik kadarnya tidak melewati kadar yang membahayakan atau mempunyai potensi menjadi kern ikterus dan tidak menyebabkan suatu mordibitas pada bayi. Ikterus ini terjadi atau timbul pada hari ke-2 atau ke-3 dan tampak jelas pada hari ke-5 sampai dengan ke-6 dan akan menghilang pada hari ke-7 atau ke-10. kadar bilirubin serum pada bayi cukup bulan tidak lebih daro 12 mg/dl dan pada BBLR tidak lebih dari 10 mg/dl, dan akan menghilang pada hari ke-14
*      Etiologi Ikterus Fisiologi
·         Yang dissebbkan oleh hemolisis darah janin dan selanjutnya di ganti dengan darah dewasa
·         Ikrerus karena late feeding
Penundaan pemberian makanan pada neonatus, terutama pada bayi prematur. Hail ini dapat menyebabkan intensitas ikterus fisiologik bertambah
*      Tanda dan gejala
a.       Tanda dan gejala fisiologi
Warna kulit tubuh tampak kuning
2.3  Ikterus Patologik
            Ikterus yang mempunyai dasar patologik atau kadar bilirubinnya mencapai suatu nilai yang disebut hiperbilirubin. Ikterus timbul dalam 24 jam pertama kehidupan; serum bilirubin total lebih dari 12 mg/dl. Peningkatan kadar bilirubin 5 mg/dl atau lebih dalam 24  jam.Konsentrasi bilirubin serum melebihi 10 mg% pada bayi  kurang bulan (BBLR) dan 12,5 mg% pada bayi cukup  bulan.Ikterus yang disertai proses hemolisis.Bilirubin direk lebih dari 1 mg/dl, atau kenaikan bilirubin serum 1 mg/dl/jam atau lebih 5 mg/dl/hari.Ikterus menetap sesudah bayi berumur 10 hari (cukup bulan) dan lebih dari 14 hari pada BBLR.
*      Etiologi Ikterus patologi
·         Produksi yang berlebihan
Produksi yang berlebihan pada tubuh neonatus lebih dari pada kemampuan bayi untuk mengeluarkannya.
·         Gangguan dalam proses uptake dan konjunggasi hepar
Gangguan ini dapat di sebabkan oleh imaturitas hepar, kurangnya subtrak untuk konjunggasi bilirubin, gangguan fungsi hepar akibat asidiosis, hipoksia dan infeksi atau tidak terdapatnya enzim glukoronil transferase.
·         Gangguan dalam transportasi
Bilirubun dalam darah terikat oleh albumin kemudian diangkut ke hepar. Ikatan bilirubin dan albumin ini dapat dipengaruhi oleh obat-obat.
·         Gangguan dalam eksresi
Akibat obtruksi dalam hepar atau diluar hepar. Kelainan diluar hepar biasanya akibat infeksi atau kerusakan hepar oleh penyebab lain.
·         Pengaruh hormon atau obat
Dapat mengurangi kesanggupan hepar untuk mengadakan konjugasi bilirubin.
·         Pemakaian vitamin K
Misalnya dalam bentuk menaphton, dapat menyebabkan hiperbilirubunemia kalau dosis melebihi 10 mg%.
·         Ikterus yang berhubungan dengan hipotireodismus
Ikterus yang lama pada penyakit ini mungkin disebabkan oleh belum sempurnanya pematangan hepar.
*      Tanda dan gejala patologi
1.      Mata berputar
2.      Tertidur ( kesadaran menurun )
3.      Sukar menghisap
4.      Tonus otot meninggi
5.      Kejang-kejang
6.      Tuli
7.      Leher kaku
8.      Akhirnya kaku seluruhnya
9.      Penurunan mental
10.  Tidak mau minum
11.  Muntah-muntah
12.  Sianosis
13.  Tampak lelah
*      Penilaian kadar bilirubin ( Rumus Kramer )

Daerah
Luas ikterus
Kadar bilirubin (mg%)
1
Kepala dan leher
5
2
Daerah 1 + badan bagian atas
9
3
Daerah 1,2 + bagian bawah dan tungkai
11
4
Daerah 1,2,3 + lengan dan kaki di bawah dengkul
12

2.4   Faktor risiko untuk timbulnya ikterus neonatorum:
a.    Faktor Maternal
    * Ras atau kelompok etnik tertentu (Asia, Native American,Yunani)
    * Komplikasi kehamilan (DM, inkompatibilitas ABO dan Rh)
    * Penggunaan infus oksitosin dalam larutan hipotonik.
    * ASI
       b.    Faktor Perinatal
                * Trauma lahir (sefalhematom, ekimosis)
                * Infeksi (bakteri, virus, protozoa)
       c.    Faktor Neonatus
    * Prematuritas
    * Faktor genetik
    * Polisitemia
    * Obat (streptomisin, kloramfenikol, benzyl-alkohol, sulfisoxazol)
    * Rendahnya asupan ASI
    * Hipoglikemia
    * Hipoalbuminemia
2.4 Penanganan
1.      Mengubah bilirubin menjadi bentuk yang tidak toksik dan dapat dikeluarkan melalui ginjal dan usus misalnya dengan terapi sinar.
2.      Mengeluarkan bilirubin dari peredaran darah yaitu dengan transfusi tukar darah.
Transfusi tukar darah dapat diberikan dalam kasus-kasus berikut ini :
a.       Diberikan kepada semua kasus ikterus dengan kadar bilirubin tidak langsung yang lebih dari 20 mg%
b.      Pada bayi prematur transfusi darah dapat diberikan walaupun kadar bilirubin kurang dari 3,5 gram/100 ml.
c.       Pada kenaikan yang cepat bilirubin tidak langsung serum bayi pada hari pertama.
d.      Anemia berat pada neonatus dengan tanda-tanda dekompensasi jantung.
e.       Bayi yang menderita ikterus dan kadar hemoglibin darah tali pusat kurang 14 mg dan coombs tes langsung positif.
3.      mengajari ibu dan keluarga cara menyinari bayi dengan cahaya matahari. Berikut cara menyinari bayi dengan sinar matahari:
a.       Sinari bayi dengan cahaya matahari pagi jam 07.00-08.00 selama 2-4 hari.
b.      Atur posisi kepala janin agar wajah tidak langsung menghadapap ke cahaya matahari.
c.       Lakukan penyinaran selama 30 menit, 15 menit bayi dalam keadaan telentang dan 15 menit bayi dalam posisi terlungkap.
d.      Lakukan penyinaran pada kulit seluas mungkin dan bayi dalam keadaan telanjang.
e.       Lakukan asuhan perawatan dasar pada bayi muda.
f.       Beri penjelasan ibu kapan sebaiknya bayi di bawa ke petugas kesehatan.
g.      Beri penjelasan ibu kapan sebaiknya kunjungan ulang, setelah hari ke-7
Penanganan ikterus bayi baru lahir
Tanda-tanda
Warna kuning pada kulit dan sclera mata
kategori
normal
fisiologik
patologi
penilaian
*      Daerah ikterus
*      Kuning hari ke 1
*      Kadar bilirubin
1

1-2

5 mg%
1+2

> 3

5-9 mg%
1 smpai 4

> 3

11-15 mg%
1-5

>3

15-20 mg%
1-5

>3

>20 mg%

Penanganan
Bidan atau puskesmas
Terus di beri ASI
*      Jemur matahari pagi jam 7-9 selama 10 menit
*      Badan bayi telanjang, mata di tutup
*      Terus di beri asi
*      Banyak minum
*      Rujuk ke RS
*      Banyak minum
Rumah sakit


*      Periksa golongan darah ibu dan bayi
*      Periksa kadar bilirubin

Nasehati bila kuning kembali

Waspadai bila kadar bilirubin naik > 0,5 mg/jam
Tukar darah








2.5 Pencegahan
1.      Early feeding : pemberian makan lebih awal/pemberian ASI sedini mungkin
2.      Pemberian fhenobarbital atau luminal untuk meningkatkan peningkatan bilirubin di sel-sel hati sehingga bilirubin yang sifatnya indireck menjadi direck.
3.      Pemberian terapi sinar dilakukan selama 24 jam atau setidaknya sampai bilirubin dalam darah kembali keambang batas normal. Dengan terapi sinar bilirubin dalam tubuh bayi dapat dipecahkan dan menjadi larut dalam air tanpa harus diubah dulu oleh organ hati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar